Selasa, 30 November 2010

Sebuah Cerita Tentang Bidadari Palestina

Ini adalah sebuah cerita yang ditulis oleh saudari seiman di Tangerang...:

“Ummi… kenapa aku diberi nama Haura”
“Karena Kami ingin kau menjadi bidadari…”

***

Hari mulai memasuki senja, tapi bagi penduduk kampung Shalahuddin, berjalannya waktu hampir tak ada bedanya bagi kami. Toh tetap saja kami tak dapat menjalani kehidupan seperti kebanyakan orang. Ahh, mungkin inilah keistimewaan bangsa palestina. Diuji dengan kesabaran keimanannya.

Langkah-langkah kecil terdengar bersamaan dengan seruan salam untukku. Ahh, itu pasti bidadari kecilku yang baru pulang menuntut ilmu di madrasah.

“Umm….Assalamu’ alaikum…”

“Wa’alaikumussalam… sudah pulang,Nak?”

“iya…Umm…”

Ahh, bidadariku, ia terlihat sangat riang. Ya, ia memang sangat menyukai saat-saat mengaji dengan Syeikh Azis. Ah, ya, hanya itulah yang dapat menyenangkan hatinya di tengah kehidupan kami yang penuh terror.

“Umm, tau gak, tadi kata Syeikh, umat Islam itu satu tubuh, jadi kalau satu terluka maka yang lainnya akan merasakan sakit….emang bener ya, Umm?”

“Mmm… Iya...”,

“Berarti kalo kita diserang sama tentaraYahudi, umat islam yang lain akan merasa terluka juga ya, Umm?”

Ahh, bidadariku yang cerdas….harus kujawab apa pertanyaanmu. Aku pun tak tahu apakah saudara-saudara kita sesama muslim di belahan bumi yang lain ikut merasakan sakit yang sama saat kita dilukai oleh kaum Yahudi itu.

Ahh, tapi aku tak mau melukai hati bidadari kecilku, “Iya, insya Allah mereka juga ikut merasakan penderitaan kita…”

“Tapi, Umm..mengapa saat abi dan ka Fath ditangkap oleh tentara Yahudi tak ada satupun yang membela mereka, terus waktu rumah kita di Az-Zaitun dihancurkan oleh tank-tank yahudi, mengapa tak ada satupun yang menyalahkan kaum Yahudi itu Umm…?”

Ahh, kesangsian akhirnya keluar juga dari mulut cerdasnya.

“Bahkan, saudara-saudara muslim di sekitar kita pun tak pernah menentang pemboikotan atas kita, padahal mereka melihat kita hidup tak layak, padahal mereka dengan jelas melihat pengusiran dari rumah kita sendiri, padahal mereka melihat kita di sini hidup berkawan dengan penderitaan….”

Ahh, bidadari kecilku, penjajahan ini telah membuat pemikiranmu tak seperti anak yang berusia 8 tahun.

“Dan saat Ka Faris dan teman-temannya diberondong dengan peluru oleh tentara-tentara yahudi itu, tak ada satupun dari saudara-saudara kita yang membela, padahal mereka hanya mengetapel tentara-tentara itu dengan batu, Umm…”

Ahh, bidadari kecilku, kau masih saja mengingat peristiwa itu. Ya, satu persatu anggota keluargaku memang telah Syahid. Suami dan anak pertamaku, ia ditangkap oleh tentara yahudi karena disangka anggota Brigade Izzudin Al-Qassam. Ah, aku tahu itu hanya akal-akalan mereka saja. Karena tujuan mereka yang sebenarnya adalah menghabisi satu persatu warga palestina. Satu minggu setelah penangkapan itu aku mendengar kabar bahwa mereka telah Syahid, semua yang ditangkap disiksa oleh para tentara Yahudi, sampai izroil datang mencabut nyawanya. Anak keduaku, ahh…ia dan teman-temannya memang pantas disebut jundi Illahi. Ia bergabung dengan pemuda-pemuda palestina lainnnya “mengganggu” tentara Israel yang tengah berpatroli di dekat perkampungan kami di Az-Zaitun. Dan ratusan peluru pun mengantarkan mereka syahid menuju surga. Maka di bumi yang diberkahi ini tinggallah aku dan bidadari kecilku.

Dua bening Kristal satu persatu mulai keluar dari mataku…Ahh, cukuplah hanya Allah pelindung dan penolong kami….

Tangan kecil hauraa menyeka bulir air mataku yang jatuh, mulut kecilnya kemudian berucap lagi….”Ohh, Ummi maafkan aku…Pasti kau sedih ya, Umm mengingat peristiwa-peristiwa itu…? Ahh, Umm, sekali lagi maafkan aku….”

Bidadariku, sungguh aku justru bahagia karena kita telah mempunyai tabungan syuhada, karena aku yakin orang-orang yang kita sayangi telah bahagia di sisi Rabbnya. Aku menangis karena aku tak tahu jawaban apa yang harus kuberikan padamu. Aku tak tahu mengapa saudara-saudara sesama muslim di sekitar kita seakan-akan menutup mata dengan perjuangan kita….ahh, sungguh aku benar-benar tak tahu….

“Sudah yuk Umm, kita makan….ini tadi aku diberi roti oleh Syeikh Aziz, roti ini yang diselundupkan dari terowongan oleh para pejuang….Alhamdulillah ya Umm, sekarang kita bisa makan setelah seharian kemarin kita menahan lapar….”

***

Buuumm…..Bummm… .

Ahh, lagi-lagi kembali ada serangan. Tak punya nuranikah mereka menyerang kami bahkan di malam yang telah larut ini.

Aku langsung saja menyambar jilababku, mengambil sebuah tas dan memasukkan sisa roti yang tadi diberikan oleh Syeikh Aziz melalui hauraa. Oh, Hauraa….aku tak menemukan ia berada di sampingku….!! !

“Hauraaa…..Hauraaa… .”

Aku berteriak di tengah dentuman bom yang memekakkan telinga. Ya, kami harus keluar dari rumah jika tak ingin menunggu giliran terkena reruntuhan bom….

“Hauraa…Hauraa… .,dimana kamu , Nak?”, kembali aku memanggil haura.
Dengan tergopoh-gopoh Haura lalu datang dengan memeluk sesuatu….
“Hauraa, ayo lekas kau berkemas….kita harus pergi dari sini…!”

Aku dan Haura pun bergegas keluar dari rumah. Langit gaza yang hitam kini diwarnai oleh semburan kembang api. Ahh, tapi tentu saja itu berasal dari bom curah yang dimuntahkan oleh pesawat-pesawat tempur Yahudi. Ya, akhir-akhir ini mereka menyerang dengan menggunakan bom itu. Bom yang tak mengenal rumah siapa yang dijatuhinya. Tapi, memang semua nyawa penduduk Gaza adalah target mereka. Tak peduli mereka termasuk kelompok Hamas, Jihad Islam, atau warga sipil.

Dentuman demi dentuman terus saja terdengar menemani langkah-langkah kami bersama dengan warga lainnnya. Sejujurnya, kami tak tahu harus lari kemana. Karena lari keperbatasanpun kami akan disambut oleh pengusiran tentara-tentara Yahudi itu.

Setelah agak lama aku dan Haura, juga bersama dengan puluhan warga Gaza berlari tanpa tujuan, akhirnya dentuman-dentuman bom berhenti juga. Entahlah aku tak tahu apakah kami mesti kembali ke kampung kami atau harus mengungsi ke kamp pengungsian. Ahh, tapi ini tanah air kami…. Ini adalah hak kami, maka kami setelah dirasa suasana sudah kembali aman, kami memutuskan untuk kembali ke rumah kami.

Puluhan rumah terlihat hancur dan luluh lantah dengan tanah. Maka, mereka yang rumahnya hancur lalu akan hidup menumpang ke rumah-rumah yang masih dapat ditempati. Di sini, kami memang sudah senasib sepenanggungan. Bahkan orang yang rumahnya masih dapat ditempati dengan senang hati menawarkan tempat tinggal untuk mereka yang rumahnya telah hancur. Dan aku termasuk ke dalam orang-orang yang rumahnya masih “selamat”. Maka sekarang, aku hidup berbagi dengan Ummu Yahya beserta dua orang anaknya, Yahya dan Salma yang umurnya sebaya dengan Haura. Juga berbagi dengan Ummu Ahmad yang sudah sebatang kara.

***

“Haura… kemarin kamu mencari apa sampai-sampai ummi harus berkali-kali memanggilmu?”

Senyum Haura kemudian mengembang. Ia lalu pergi ke belakang mencari tasnya. Beberapa saat kemudian ia kembali dengan memeluk sesuatu.

“Aku mengambil harta yang paling berharga bagiku… Ini Umm…”, tangannya lalu menyerahkan sebuah bingkai foto kepadaku.

Kuraih bingkai foto itu. Foto utuh keluargaku. Foto yang diambil lima tahun yang lalu. Di sana suamiku, Khalid, duduk disampingku. Nampak gagah sekali ia. Fathi dan Faris remaja, yang juga terlihat gagah berdiri di belakang ayahnya, serta Haura yang sedang tertawa yang berada dalam pangkuanku.

“Aku rinduu…, Umm. Aku rindu dengan mereka….”
Kutaruh bingkai itu, lalu langsung saja kudekap haura dengan kedua tanganku. Aku mendekapnya erat. Ahh, Haura aku juga sangat merindukan mereka. Aku terus mendekapnya tanpa bisa berkata-kata. Hanya isak tangis yang keluar dariku. Kudengar juga isakan tangis Haura. Maka, hari itu kami larut dalam kerinduan kami pada orang-orang terkasih. Kami rindu kapankah Allah berkenan memanggil kami agar kami dapat segera berkumpul dengan mereka. Agar kami dapat menyelesaikan semua perniagaan yang telah dijanjikan ini.

***

Setelah satu minggu sejak penyerangan, keadaan kembali normal. Ahh, meskipun aku tak

tahu apakah kehidupan yang kami jalani bisa dikatakan normal. Tapi tiba-tiba dentuman keras kembali terdengar.

Buumm….Bummm….

Asap tebal membumbung tinggi, menutupi langit gaza yang cerah.Maka seketika itu pula langit gaza tertutupi awan kelam. Oh, Rabb….daerah mana lagi yang diserang? Oh, asapnya berada disebelah barat rumahku. Allah… sepertinya berada di dekat madrasah.

Ahh, Hauraku… bukankah ia juga sedang menuntut ilmu di sana?

Hatikupun lalu dihantui rasa kekhawatiran yang luar biasa. Tanpa berpikir lagi aku langsung berlari menuju madrasah. Tak peduli dengan keselamatanku sendiri. Aku hanya ingin tahu apa yang telah dikenai oleh bom laknat Yahudi. Haura… apakah dirimu baik-baik saja…?

“Anakku, berbahaya di sana…”, Paman Abdul berteriak, berusaha menghentikan lanhkahku.

“Sudahlah, ikhlaskan saja, Anakku… tak ada yang tersisa, semua yang berada di sana pasti telah Syahid, karena bangunannya luluh lantah dengan tanah”, kali ini Paman Abdul berhasil menghentikan langkahku.

Aku tak mengerti ucapan paman Abdul, ikhlaskan? Memang apa yang telah diluluhlantahkan oleh Bom Yahudi?

Seakan mengerti suara hatiku paman Abdul kemudian berbicara lagi… Kali ini madrasah yang menjadi sasaran, nampaknya tentara-tentara Yahudi itu sengaja menyerang ke sana karena ingin menghabisi penerus-penerus perjuangan pembebasan Palestina di masa depan.

Mendengar itu seketika saja kakiku lemas. Allah, anak-anak itu…. ? Biadab kalian bangsa Yahudi! Aku tertunduk dan terduduk diikuti dengan isakan tangisku yang keras. Ummu Yahya kemudian datang dan merengkuh tubuhku. Ia memelukku, lalu iapun juga menangis… “Sudahlah Ummu Fath, ini sudah takdir Allah, tidakkah kau harusnya gembira karena semua anggota keluargamu telah syahid di Jalan Illahi….”

Mendengar perkataan Ummu Yahya, tiba-tiba saja hatiku menjadi tegar. Ya, aku bangga, semua anggota keluargaku telah menjemput Syahid, sebentar lagi perniagaan dengan Rabbku pun akan segera selesai.

***

Setelah keadaan dirasa sudah cukup aman, aku segera berlari menuju madrasah tempat haura belajar. Ah, Haura bagaimana keadaanmu sekarang?. Kulihat medrasah yang tadinya berdiri kokoh kini sudah rata dengan tanah. Beberapa orang tengah mengevakuasi korban. Berpuluh jasad-jasad kecil sudah dijejerkan di dekat bangunan yang tidak terkena bom. Ahh, kucari tubuh haura. Tidak, tak ada Haura diantara jasad-jasad kecil yang terjejer di sana. Ahh, Haura, apakah kamu selamat, Nak?

Ummu Yahya datang mendekap jasad Salma, teman sekelas Haura, “Semua hancur, aku khawatir tak ada satupun dari mereka yang selamat?”

Ahh, gadis kecil, wajahnya dipenuhi luka akibat serpihan bom, tangannya mengalami luka bakar yang sangat parah. Lalu Haura, bagaimana keadaanmu Nak?

Aku mengais reruntuhan madrasah itu. Kuangkat batu demi batu yang menimbun jasad-jasad kecil di sana. Setelah cukup lama mengais, aku menemukan sepotong jilbab berwarna hijau. Ahh, bukankah ini milik haura?

***

“Umm, mengapa aku diberi nama Haura?”

Pertanyaan itu kembali terngiang dalam ingatanku.

“Nama itu adalah sebuah doa anakku, maka kami beri kau nama Haura karena kami ingin kau menjadi salah satu bidadari di surgaNya kelak…”

Dan, Allah telah mengabulkan doaku. Maka, tunggulah aku untuk segera menyusul ke SurgaNya. Agar kita dapat berkumpul dan menjalani kebahagiaan abadi di sana.

Isnin, 29 November 2010

SEDIKIT FAKTA TENTANG YAHUDI

Disenaraikan antara sejarah kekejaman Yahudi yang 
tidak akan dapat dilupakan bangsa Palestin ? sebelum 
dan sesudah wujudnya negara Israel? 


KAUM Yahudi mengaku mereka keturunan Nabi Daud. Mereka percaya kawasan sekitar Bukit Zion atau Palestin 
adalah bekas kerajaan Nabi Daud yang telah ditawan 
dari Bani Al-Yabusiyyah. YAHUDI memilih segi tiga terbalik sebagai lambang mereka, yang bermaksud materialisme, manakala segi tiga betul adalah spiritualisme. Gabungan kedua-duanya ? segi tiga betul dan terbalik ? membentuk berbucu enam yang menjadi lambang agama Yahudi hingga kini.

YAHUDI menganggap mereka bangsa pilihan dan 
bangsa-bangsa lain mereka panggil kafir atau goyem. 
Agama Yahudi hanya untuk mereka cenderung untuk 
bersikap ekskusif, menolak orang lain kerana berasa 
bangsa lain tidak setaraf dengan mereka. 
PERKATAAN Zionisme diambil sempena nama Bukit Zion. 
Pertubuhan Zionis Sedunia diwujudkan pada tahun 1897 
dengan matlamat menguasai seluruh alam khas untuk 
bangsa mereka di Zion (Palestin). 


KONGRES pertama Pertubuhan Zionis Sedunia berlangsung 
di Basle, Switzerland pada 1897. Usul Protocols of Zion mengandungi perancangan terperinci untuk menguasai Palestin dan seluruh dunia telah diterima tanpa bangkangan. Antara strateginya ialah menyebar fitnah, mencetuskan perbalahan dan permusuhan di kalangan negara-negara Eropah. ISRAEL wujud pada 1948 dengan keluasan 20,770 
kilometer persegi, terletak di antara Mesir, Semenanjong Gaza, Jordan, Lebanon dan Syria. Ia sebenarnya adalah sebahagian daripada bumi Palestin yang dirampas melalui perang dengan sokongan Britain dan Amerika. 


BANGSA Yahudi tidak menggalakkan perkahwinan campur. 
Pada mereka bangsa lain tidak layak berkongsi hidup 
dengan mereka. Malah mereka juga memberikan pelbagai 
gelaran negatif kepada Yahudi yang memilih pasangan 
bangsa lain. KANAK-KANAK Yahudi diajar supaya menyumpah seranah dan memaki hamun tatkala melintasi kawasan perkuburan bangsa lain terutama Islam. 


KESALAHAN orang Yahudi paling besar adalah membunuh 
banyak nabi, antaranya Hizrial, Asy?ia, Armia, Zakaria 
dan Yahya. Mereka juga cuba membunuh Isa dan Muhammad tetapi gagal. ORANG Yahudi telah menyelewengkan Taurat dan Talmud. Mereka melakukan kekejaman, membunuh serta merampas harta benda orang lain kononnya mengikut ajaran kedua-dua kitab itu. 
Antara yang diselewengkan: "Orang Israel patut 
membinasakan orang Arab Kan?an dan tidak akan memberi 
kehidupan pada mereka walaupun mereka memeluk agama 
Yahudi kerana Yahudi untuk Israel sahaja. 


Manusia lain selain Yahudi adalah anjing. Kami tidak 
mengambil tanah milik orang-orang Arab dan tidak 
menguasai sesuatu pun milik orang lain akan tetapi ia 
adalah warisan nenek moyang kami yang telah dikuasai 
musuh dan zalim. Manakala dalam Talmud yang diselewengkan ialah:"Semua bangsa selain Yahudi adalah laknat. Penguasaan Yahudi atas apa yang dimiliki al-quwaiin (selain Yahudi) adalah benar dan usaha menjaganya terus 
menerus dan abadi".

DENGAN berpegang kepada kitab yang diselewengkan itu 
juga mereka bebas melakukan keganasan di mana saja 
bumi dipijak. Sebenarnya orang Yahudi telah 
melancarkan operasi ?sapu bersih? ke atas rakyat 
Palestin sejak sebelum penubuhan Israel lagi. Mereka 
mahu menjadikan negara itu seratus peratus Yahudi. 
Antara kekejaman yang mereka lakukan ialah: 13 
Disember 1947 ? Sebuah perkampungan orang Islam 
Palestin, Yehida berhampiran Petah Tekva (penempatan 
pertama Zionis yang dibina pada 1878. diserang. 
Sekumpulan Yahudi yang menyamar sebagai tentera 
peronda British telah melepaskan tembakan dan mengebom 
rumah penduduk perkampungan itu. 

1 Januari 1948 ? kira-kira 200 pelampau Yahudi 
bersenjata mesingan dan bom tangan menceroboh kampung 
Al-Sheikh (5 km di tenggara Haifa) lalu membunuh 
wanita dan kanak-kanak. 


9 ? 10 April 1948 ? dalam Operation Unity, pengganas 
Haganah, Irgun dan Stern bersatu mengepung kampung 
Deir Yassin selama dua hari. Dalam tempoh itu 250 
orang Arab dibunuh dan dengan kejam dan wanitanya 
dirogol. Seramai 25 orang wanita hamil dibelah 
perutnya dan bayi mereka disembelih, 52 kanak-kanak 
dikudungkan kaki dan tangan. 

11 Julai 1948 ? Batalion ke-89 komando Yahudi yang 
diketuai Moshe Dayan menawarkan pengampunan kepada 
penduduk Islam Lyadd dan Ramle setelah berjaya menawan 
perkampungan tersebut. Seramai 100 menerima itu dan 
berkumpul di Masjid Dahmash seperti di janjikan. Namun 
malang, perlindungan yang diharapkan rupanya bala yang 
tiba, mereka semua mati. 

15 ? 18 September 1982: Seramai 3,000 kanak-kanak dan 
wanita Palestin disembelih di khemah di Sabra dan 
Shatila di Lebanon. Ketua tukang sembelih itu ialah 
Ariel Sharon, Perdana Menteri Israel sekarang.

KUPINANG ENGKAU DENGAN SYAHADAH

Wahai saudaraku ….

Andai kau tahu

Debu yang menempel pada kakimu fie sabilillah

Dapat menyelamatkanmu dari neraka Jahannam

Kenapa kau tinggalkan jihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau faham

Sekejap dalam medan jihad

Dapat mengharuskanmu menikmati kenikmatan

dan keindahan Jannatun Na’im

Kenapa memilih selain jihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau mengerti

Berak dan kencingnya kudamu fie sabilillah

Bernilai pahala bagimu disisi Robmu

Kenapa bimbang untuk berjihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau tahu

Timah panas yang mengoyak tubuhmu dapat menghantarkanmu memeluk mesra Bidadari jelita

Kenapa takut berjihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau faham

Dentuman Bom yang mencabik-cabik dagingmu dapat menyibukkanmu bercanda ria di pangkuan Bidadari jelita selama berpuluh-puluh tahun tanpa bosan

Kenapa ragu untuk berjihad …..???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau mengerti

Ledakan Mortir yang meremukkan tulang belulangmu dapat menghantarkanmu berbaring mesra di atas kasur dalam kamar mempelai bersama bidadari yang tidak pernah

hilang keprawanannya

Kenapa enggan berjihad …..???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau faham

Tetesan darah pertama yang kau tumpahkan di medan jihad dapat menghapuskan semua dosa-dosamu

Tidak ada pilihan lain bagimu selain jihad …..???!!!

Duhai saudaraku …..

Seandainya engkau faham ……

Seandainya engkau mengerti ……

Seandainya engkau tahu …..

Seandainya engkau berakal …..

Engkau pasti memilih jihad …..